
Secara duit cekak, tapi ada rumah baru yang sungguuh menarik untuk dipercantik, jadilah kami harus bikin prioritas.
Prioritas pertama dipenuhi tadi pagi. Pagi sebelum ke Jatisari, kami ke tukang kanopi. Beberapa malam sebelumnya udah sempet browsing. Kita pingin kanopi itu untuk di jendela belakang, tepatnya jendela gw dan Hil. Karena ternyata di jendela itu gak ada teritisan huhu. Karena ntar lama lagi plus udah telat banget kalau minta bikinin teritisan, jadilah pakai kanopi aja. Solusi yang rasanya cukup jitu, hehe.
Kita ke KJ Awning. Pertama karena itu dekat tentunya. Trus setelah ditelfon sama Hil, katanya yang nerima telfon itu suaranya cukup bersemangat. Gak kayak yang satunya lagi yang suara penerimanya gak terlalu semangat. Plus yang kedua ini sedikit lebih mahal.
Karena pas menelusuri jalan baru gak nemu si KJ Awning ini, jadilah kita parkir dulu di McD lalu jalan kaki. Nemu. Ngobrol-ngobrol sama si Pak Ikhsan ini, oke, ternyata dia bisa bikin yang kita pingin. Gw pingin yang kayak gini kira-kira.
Ternyata dia harus survei dulu. Ya udah, pas, kita toh juga lagi mau ke Jatisari.
Jam 13-an, ketemu di Jatisari. Bikin kanopi kain itu ternyata yang diukur adalah penggunaan kainnya. Kaca belakang itu lebarnya 1.40 m, tapi kain yang dipakai bisa aja lebih dari itu, karena bisa ada sampingnya gitu kan. Atau kalau mau rumbai-rumbai (yang tentu gw gak mau itu). Pak Ikhsan bilang, dia akan bikin penawaran dulu via email, lalu kalau udah deal, tinggal transfer.
Sebetulnya ada problem lain yang harus diselesaikan. Kalau ujan, di bagian belakang Rumah Jatisari itu bisa tampias sampai ke dalam rumah. Iya sih akan ada pintu, tapi itu pintu berarti harus bekerja keras. Baiknya dikasih penghalang lagi. Penghalang yang baik adanya adalah penghalang alami. Kita rencananya akan nanam bambu di kebon belakang, buat penghalang hujan ceritanya. Tapi adakah solusi yang lebih jitu?
Ternyata ada namanya Kanopi ... hm lupa namanya apa. Yang retractable gitu deh. Jadi si kanopi itu kayak ada lengannya yang bisa dimaju-mundurin gitu. Bisa pakai motor, bisa juga manual. Gw dan Hil langsung pandang-pandangan. Wah this is exactly what we need.
"Tapi agak mahal," kata Pak Ikhsan. Langsung gleg dong. Kira-kira satu meternya itu 1 juta. Wadaw.
"Ya udah pak kanopi yang jendela dulu aja," kata gw. Haha. Ya iya lah, yang satu 300-500 ribuan, yang satu lagi bisa 3 juta aja yang keluar *pengsan*
Tapi tetep dong penasaran. Jadilah si Pak Ikhsan itu akan bikin penawaran buat kanopi jendela itu aja, plus kanopi yang retractable itu. Tinggal nunggu kejutan via email aja nih kayaknya uhuy.